Skripsi Bab 1- 3 tapi belum di refisi alias belum jadi

Standard

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling penting dalam pembangunan nasional , dijadikan andalan utama yang berfungsi semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.Pendidikan juga di pandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok membentuk manusia yang akan datang . Dengan pendidikan di harapkan dapat menghasilkan munisia yang berkualitas dan mampu bersaing di masa mendatang .

Dalam proses belajar mengajar di sekolah , guru mempunyai tugas untuk membimbing dan memberikan contoh yang baik bagi siswanya. Guru juga berfungsi sebagai orng tua kedua yang diharapkan mampu  membentuk perilaku positif.

Guru sebagi pelasana pendidika merupakan faktor yang dipandang paling besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, Semakin positif perilaku seorang guru semakin positif pula hasil belajarnya.

Seorang guru yang baik diantaranya adalah guru yang disiplin. Guru yang disiplin di anggap langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Maka seorang guru harus memiliki sikap disiplin tersebut dalam mendidik siswanya. Karena secara alami siswa akan mengikuti gurunya dan mencontoh apa yang ada pada gurunya.

Dalam proses pembelajaran banyak hal yang mempengaruhi hasil belajar, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, peranan guru sebaga pelaksana perlu meningkatkan profesionalismenya dalam hal kegiatan belajar mengajar di sekolah terutama kedisiplinan. Dengan kata lain kedisiplinan merupakan salah satu sayrat agar hasil belajar siswa agara hasil belajar siswa di sekolah menjadi baik. Selain itu kedisiplinan guru juga akan suatu rangsangan bagi siswa agar lebih disiplin dalam belajar.

Dalam bab tertentu atau pokok bahasan yang di bahas dalam  mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa di bina dan diberi pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi diri dalam memahami agama islam.

Berdasarkan pengalaman pada saat Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ) di MI Mafatihul Maarif, ditemukan bahwa ada beberapa guru yang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar kurang disiplin. Sehingga kegiatan belajar mengajar dan hasilnyapun kurang maksimal.

Mengkaji dari beberapa temuan pada saat PPL tersebut, guru yang mengajar dengan disiplin terbukti dapat menigkatkan hasil belajar siswa  dan secara perlahan- lahan guru- guru yang lain juga termotivasi untuk disiplin.

Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti mengajukan judul :

 “PENGARUH KEDISIPLINAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VB SDN JATISAMPURNA VIII KOTA BEKASI “

 

 

 

 

 

 

 

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan deskripsi yang dikemukakan pada bagian latar belakang, fokus masalah yang diindentifikasi  untuk dijadikan  sebagai bahan penelitian , diantanaya :

  1. Kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) kelas VB SDN Jatisampurna VIII.
  2. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di kelas VB SDN Jatisampurna VIII.
  3. Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam kelas ( PAI )  VB SDN Jatisampurna VIII.

 

C. PEMBATASAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah dan indentifikasi masalah dan untuk mempermudah kajian teoritisnya, maka dalam penelitian ini membatasi variabel bebas ( X ) pada kedisiplinan guru , sedangkan variabel terikat ( Y ) dibatasi pada hasil belajar siswa kelas VB bidang studi Pendidikan Agama Islam ( PAI ).

 

 

 

 

 

 

 

D. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana kedisiplinan guru Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di kelas VB SDN Jatisampurana VIII ?
  2. Bagaimana hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) kelas VB di  SDN Jatisampurana VIII ?
  3. Apakah ada pengaruhnya kedisiplina guru terhadap hasil belajar siswa  bidang studi Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di kelas VB SDN Jatisampurana VIII ?

 

E. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini meliputi :

  1. Untuk mengetahui kedisiplinan guru bidang studi Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di kelas VB SDN Jatisampurna VIII.
  2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) kelas VB di SDN Jatisampurna VIII.
  3. Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas VB pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) di SDN Jatisampurna VIII.

 

 

 

 

F. KEGUNAAN PENELITIAN

Hasil penelitian tentang pengaruh kedisiplin terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VB di SDN Jatisampurna VIII ini diharapkan dapat memberi kegunaan antara lain:

  1. Kepala Sekolah

Hasil penelitian ini akan sangat berguna sebagai bahan masukan kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah .

  1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan bagi peneliti dan dapat menerapkan ilmu – ilmu yang di dapat.

  1. Bagi Pembaca

Umumnya dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan mengenai kedisiplinan dan hasil belajar siswa.

 

 

 

 

 

 

 

G. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

Sistematiaka penulisan ini merupakan hal yang sangat penting karena berfungsi untuk menyatakan garis besar bagi masing – masing bab yang saling berkaitan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyusunannya. Adapun sistematika penulisan dalam skripsi ini , sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah , pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian dan sistematika penulisan .

BAB II LANDASAN TEORI

  1. Teori tentang kedisiplinan guru.
  2. Teori tentang hasil belajar .

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Terdiri dari deskripsi data tempat penelitian , waktu penelitian, metode penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian dan teknik analisis data.

BAB IV ANALISIS DATA

Terdiri dari penyajian data , analisis data, interpelasi hasil analisis data dan temuan dilapangan.

BAB V PENUTUP

Terdiri dari kesimpulan dan saran .

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. A.     Hakikat Kedisiplinan

 

  1. 1.      Pengertian Kedisiplinan Guru

Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib[1].

        Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dalam informasi tentang wawasan Wiyatamandala, kedisiplinan guru diartikan sebagai sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan taggung jawab[2].

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan. Kedisiplinan guru adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap pendidikan anak didiknya. Karena bagaimana pun seorang guru atau tenaga kependidikan (pegawai), merupakan cermin bagi anak didiknya dalam sikap atau teladan, dan sikap disiplin guru dan tenaga kependidikan (pegawai) akan memberikan warna terhadap hasil pendidikan yang jauh lebih baik.

 

  1. 2.      Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kedisiplinan

 

 Menurut Slameto, dalam bukunya belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya mengemukakan bahwa ada beberapa indikator agar disiplin dapat membina dan dilaksanakan dalam proses pendidikan sehingga waktu pendidikan dapat ditingkatkan yaitu sebagai berikut :

 

a.       Melaksanakan tata tertib dengan baik, baik bagi guru maupun baik bagi siswa, karena tata tetib yang berlaku merupakan aturan dalam ketentuan yang harus ditaati oleh siapa pun demi kelancaran proses pendidikan itu, yaitu:

1)       Patut terhadap aturan sekolah atau lembaga pendidikan.

2)   Mengindahkan petunjuk-petunjuk yang berlaku disekolah atau lembaga pendidikan tertentu. Contohnya menggunakan kurikulum yang berlaku atau membuat satuan pelajaran.

3) Tidak membangkang pada peraturan yang berlaku, baik bagi para pendidik maupun bagi peserta didik. Contohnya membuat PR bagi peserta didik.

4)    Tidak suka membohong.

5)      Bertingkahlaku yang menyenangkan.

6)      Rajin dalam belajar mengajar.

7)      Tidak suka malas dalam belajar mengajar.

8)       Tidak menyuruh orang untuk bekerja demi sendiri.

9)        Tepat waktu dalam belajar mengajar.

10)     Tidak pernah keluar saat belajar mengajar.

11)     Tidak pernah membolos saat belajar mengajar.

 

b.      Tata terhadap kebijakan dan kebijaksanaan yang berlaku, meliputi :

1)       Menerima menganalisa dan mengkaji berbagai pembaruan pendidik.

2)        Berusaha menyesuaikan dengan situai dan kondisi pendidikan yang ada.

3)        Tidak membuat keributan didalam kelas.

4)        Mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

5)        Membantu kelancaran proses belajar mengajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     Hakikat Prestasi Belajar

 

  1. 1.      Pengertian Hasil Belajar

Menurut  A J Romizowski , hasil belajar adalah merupakan keluaran ( output ) dari sistem pemrosesan masukan ( input ) pelajaran. Masukan dari sistem tersebut berupa macam – macam informasi, sedang keluarnay adalah perbuatan atau kinerja[3].

Kemudian menurut Hamalik, hasil – hasil belajar adalah pola- pola perbuatan, nilai – nilai, pengertian, dan sikap – sikap, serta apresiasi dan abilitas[4].

Hasil belajar menurut Abdurahman adalah kemampuan adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah ia melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seorang dari seorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif mantap[5].

Dari pernyataan – pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa melalui perbuatan, nilai, ataupun sikap secara nyata setelah ia menerima pengalaman pembelajaran.

 

 

 

  1. 2.      Pengertian Pendidikan Agama Islam

Menurut Drs. Usman Said Pendidikan Agama Islam ( PAI ) ialah segala usaha untuk terbentuknya atau membimbing / menuntun rohani jasmani seseorang menurut ajaran islam[6]

Pendidikan dinamakan Pendidikan Islam, jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak diri berderajat tertinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya untuk mewujudkan tujuan itu adalah ajaran Allah [7].

Pendidikan Agama Islam berarti usaha – usaha secara sistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agar supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran islam[8].

 

 

 

 

 

 

 

3 . Tujuan Pendidikan Agama islam

Ada beberapa pendapat tentang tujuan pendidikan islam, diantanaya adalah :

1. Frof. Dr. M. Athiyah Al-Abrasyi.

” Pembentukan moral yang tinggi adalah tujuan utama pendidikan Islam”[9].

” Pendidikan budi pekerti adalah jiwa dari pendidikan Ilam, dan Islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa pendidikan Islam.Mencapai suatu akhlak yang sempurna  adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan. Tapi ini tidak berarti bahwa kita tidak mementingkan pendidikan jasmani atau akal  atau ilmu ”[10]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. A.     Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN Jatisampurna VIII Bekasi dari 17 Mei samapi 1 Juli 2012.

  1. B.     Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun definisi dari penelitian kualitatif  menurut Jane Richie ” Penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain –lain, secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata – kata dan bahasa, pada suatu koteks khusus yang alamiah ”[11].

  1. C.     Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini yaitu : Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam ( PAI ) SDN Jatisampurna dan siswa kelas V yang terdiri dari 2 ( Dua  Kelas ) A dan B. Namun yang dijadikan subyek hanya pada kelas V B yang berjumlah 36 siswa terdiri atas 16 siswa laki- laki dan 20 perempuan..

 

 

 

 

 

  1. D.    Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti akan menggunakan beberapa cara mendapatkan data – data yang di perlukan. Adapun cara yang akan di lakukan adalah :

a)      Observasi digunakan untuk mengetahui dan memperoleh data tentang  objek yang diteliti.

b)      Studi Dokumentasi, digunakan dengan cara mengambil data hasil rapotr semester 1 tahun pelajaran 2011-2012.

c)      Teknik wawancara, sebagi pedoman tambahan untuk mengolah informasi.

 

  1. E.     Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar menjadi lebih mudah dan lebih baik, dalam pengertian lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Dalam penulisan menggunakan metode kualitatif instrumen penelitian adalah pertanyaan penelitian itu sendiri untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan judul Pengaruh Kedisiplinan Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V B Di SDN Jatisampurna VIII Kota Bekasi

 

 

 

 

Instrumen Penelitian

Pengaruh kedisiplinan guru terhadap hasil belajar siswa kelas V B di SDN Jatisampurna VIII

No

Variabel

Pertanyaan

Sumber Data

 

 

 

 

 

 

1

 

 

 

 

 

 

Kedisiplinan Guru Bidang Studi PAI

1 Apakah Anda selalu menyiapkan bahan ajar  setiap akan mengajar di kelas?

2. Apakah Anda  ( guru PAI ) selalu datang ke sekolah tepat waktu ?

3. Apakah Anda ( guru PAI ) selalu menyampaikan materi secara tuntas ?

4. Apakah Anda selalu mendampingi

Siswa yang mengalami kesulitan dalam

Belajar PAI ?

5. Apakah Anda ( guru PAI ) selalu mengevaluasi hasil belajar siswa ?

 

 

 

 

 

Guru dan kepala sekolah

 

 

 

2

 

 

 

Hasil Belajar Siswa bid. Studi PAI

  1. Berapakan nilai yang kamu peroleh dalam mata pelajaran PAI ?
  2. Apakah guru PAI Anda jelas dalam menyampaikan materinya ?
  3. Apakah guru PAI anda selau datang ke kelas tepat waktu ?
  4. Apakah guru PAI anda menguasai materi pelajaran ?
  5. Apakah guru anda sering meninggalkan kelas pada waktu keggiatan pembelajran ?

 

 

 

Siswa

 

 

 

  1. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah suatu proses penyerhanaan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diintregasikan, dalam proses analisis data ini di gunakan statistik sederhana dengan perhitungan prosentase, yaitu dengan menggunakan rumus sebagi berikut :

 

P  =  fx 100%

     N

 

Keterangan Rumus :

P = Jawaban responden

f = frekuensi jawaban responden

N = Jumlah Responden

100 % = Presentase jawaban responden

 

:

 

 


[1] Slameto, Belajar dan faktor faktor yang mempengaruhinya,( Jakarta: Rineka Cipta , 2003 ) hal.24

 

[2] Ibid : hal. 30

[3] Asep Jihad, Mr Abdul Haris, Evaluasi pembelajaran.( Jakarta:PT. Multi Press, 2005 ) Hal.14

[4] Ibid hal : 17

[5] Ibid: 14

[6] Drs.Usman Said, Sumbangan Pendidikan Islam Terhadap Pembentukan Kepribadian Indonesia, Agus Salim, Jakarta.1966 hal.66

[7] Drs. Bulian Somad, Beberapa Persoalan Dalam pendidikan islam, Cet.ke3, Pt. Al-Ma’rif, bandung ,1981,.hal.20

[8] Drs. H. Zuhraini.Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Cet.ke7.Biro Ilmiah Fak. Tarbiyah IAIN  SUNAN AMPEL Malang.1981.hal 25

[9] Prof. Dr.Athiyah Al-Abrasyi, Dasar – Dasar Pokok Pendidikan Islam. PT.Bulan Bintang.Jakarta, 1970.hal.10

[10] Ibid, halaman 1.

[11] Lexy J. Moloeng, Metode Penelitian Kualitatif ( Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006 ) cet.ke.2.hal.6

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s