Batik Indonesia ( Sekilas Tentang Batik ) – 3

Standard

Kenapa Harus Batik Tulis Atau Cap?

Oleh Iwet Ramadhan | Yahoo She – Kam, 12 Apr 2012 18:30 WIB

http://id.she.yahoo.com/kenapa-harus-batik-tulis-atau-cap-.html

Image

Setiap berbagi #ceritaBatik saya tidak pernah bosan menyampaikan pesan untuk tidak menggunakan batik print. Terkadang, pesan itu saya sampaikan dengan gaya keras agak sedikit pedas.

Bukan apa-apa. Ada banyak kekhawatiran di balik pesan keras yang agak pedas itu.

Kain batik berbeda dengan kain bermotif batik. Kain batik dibuat dengan menggunakan teknik batik, yaitu teknik menahan warna dengan cairan malam lewat medium canting. Sedangkan kain bermotif batik adalah kain tekstil dengan motif batik yang dicetak dengan menggunakan mesin.

Perbedaan yang paling terasa adalah tentu saja harganya. Yang buatan tangan manusia dan menggunakan hati jauh lebih mahal dari kain yang dibuat oleh mesin  yang tidak berperasaan.

Kekhawatiran saya berawal dari harga kain bermotif batik ini. Karena jauh lebih murah, tentu saja lebih banyak masyarakat yang berminat dengan kain bermotif batik.

Karena lebih murah, lalu orang lebih memilih kain bermotif batik. Akibatnya kain batik tulis atau cap kemudian menjadi tidak laku. Kalau kain-kain ini tidak laku, lalu para perajinnya akan berhenti membatik karena tidak ada lagi pemasukan buat mereka.

Yang lebih menyeramkan, akan semakin banyak generasi muda keturunan para pembatik ini yang tidak ingin melanjutkan membatik lagi karena profesi ini dianggap tidak menjanjikan.

Saya tahu, memang masih banyak hal-hal yang lebih penting. Masalah membeli kain batik tulis atau cap sepertinya masuk dalam daftar ke sekian puluh ribu dari daftar kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

Akan tetapi, yang miris adalah, orang-orang yang sanggup membeli gadget terbaru tetap membeli kain bermotif batik. Bukan kain batik tulis atau cap.

Kalau diibaratkan, kebiasaan membeli batik print itu seperti menggunakan mobil mewah tapi bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar bersubsidi.

Mau tahu fakta yang lebih menyedihkan? Beberapa kain bermotif batik yang beredar di Indonesia tidak sedikit yang diproduksi di Cina.

Nah. Sudahlah kita mematikan industri budaya masyarakat Indonesia, dengan membeli kain bermotif batik ini artinya kita memajukan negara lain bukan negara sendiri.

Ah, saya rasa cukup. Mudah-mudahan tulisan ini cukup menjelaskan.

Kembali lagi, pilihan bukan di tangan saya. Alasan sudah saya berikan, tinggal Anda yang memutuskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s