Tanda Plat Nomor Kendaraan Seluruh Indonesia + Khusus Delegasi

Standard

Entah Kenapa Saya Selalu Ingin Tau Plat Nomor Yang Orang lain Pakai ,

kadang lagi di jalan liat plat nomor AB – A..

dalam hati daerah mana itu ya ,,yang punya no plat itu,,,

yang saya tau cuma Jakarta – Bekasi yaitu B..

berikut ini tanda no kendaraan semua daerah di Indonesis

semoga bermanfaat …

No Tanda Keterangan No Tanda Keterangan
1. A Banten

31.

DA Kalimantan Selatan
2. AA Kedu 32. DB Minahasa
3. AB Daerah Istimewa Yogyakarta 33. DD Sulawesi Selatan
4. AD Surakarta 34. DG Maluku Utara
5. AE Madiun 35. DK Bali
6. AG Kediri 36. DL Sangihe Talaud
7. B Daerah Khusus Ibukota Jakarta 37. DM Sulawesi Tenggara
8. BA Sumatera Barat 38. DN Sulawesi Tengah
9. BB Sumatera Utara 39. DR Lombok
10. BD Bengkulu 40. DS Irian jaya (Papua)
11. BE Lampung 41. E Cirebon
12. BG Sumatera Selatan 42. EA Sumbawa
13. BH Jambi 43. EB Flores
14. BK Sumatera Utara 44. ED Sumba
15. BL Daerah Istimewa Aceh 45 F Bogor
16. BM Riau 46. G Pekalongan
17. BN Bangka 47. H Semarang
18. AD Surakarta 48. K Pati
19. AE Madiun 49. KB Kalimantan Barat
20. AG Kediri 50. KH Kalimantan Tengah
21. BA Sumatera Barat 51. KT Kalimantan Timur
22. BB Tapanuli 52. L Surabaya
23. BE Lampung 53. M Madura
24. BG Sumatera Selatan 54. N Malang
25. BH Jambi 55. P Besuki
26. BK Sumatera Utara 56. R Banyumas
27. BL Daerah Istimewa Aceh 57. S Bojonegoro
28. BM Riau 58. T Purwakarta
29. BN Bangka 59. W Area Surabaya
30. D Bandung 60. Z Timur Bandung

Untuk Corps Diplomatic

No Tanda Keterangan No Tanda Keterangan
1. CD 12 Amerika Serikat 55. CD 67 Singapore
2. CD 13 India 56. CD 68 Spain
3. CD 24 France 57. CD 69 Bangladesh
4. CD 14 Great Britain 58. CD 70 Panama
5. CD 25 Filipina 59. CD 71 UNICEF
6. CD 15 Vatikan 60. CD 72 UNESCO
7. CD 26 Austaralia 61. CD 73 FAO
8. CD 16 Norwegia 62. CD 74 WHO
9. CD 27 Irak 63. CD 75 Korea Selatan
10. CD 17 Pakistan 64. CD 76 ADB
11. CD 28 Belgia 65. CD 77 World Bank
12. CD 18 Myamar 66. CD 78 IMF
13. CD 29 Uni Emirat Arab 67. CD 79 ILO
14. CD 19 China 68. CD 80 Papua New G.
15. CD 20 Sweden 69. CD 81 Nigeria
16. CD 21 Saudi Arabia 70. CD 82 Chile
17. CD 22 Thailand 71. CD 83 UNHCR
18. CD 23 Egypt (Mesir) 72. CD 84 WFP
19. CD 30 Italy 73. CD 85 Venezuela
20. CD 31 Switzerland 74. CD 86 ESCAP
21. CD 32 Germany 75. CD 87 Colombia
22. CD 33 Srilanka 76. CD 88 Brunei
23. CD 34 Denmark 77. CD 89 UNIC
24. CD 35 Canada 78. CD 90 IFC
25. CD 36 Brazil 79. CD 91 UNTAET
26. CD 37 Russia 80. CD 97 Red Cross
27. CD 38 Afghanistan 81. CD 98 Morocco
28. CD 39 Yugoslavia 82. CD 99 European Union
29. CD 40 Czecho 83. CD 100 ASEAN Secr.
30. CD 41 Finland 84. CD 101 Tunesia
31. CD 42 Mexico 85. CD 102 Kuwait
32. CD 43 Hungary 86. CD 103 Laos
33. CD 44 Poland 87. CD 104 Palestina
34. CD 45 Iran 88. CD 105 Cuba
35. CD 47 Malaysia 89. CD 106 AIPO
36. CD 48 Turkey 90. CD 107 Libya
37. CD 49 Japan 91. CD 108 Peru
38. CD 50 Bulgaria 92. CD 109 Slovakia
39. CD 51 Cambodia 93. CD 110 Sudan
40. CD 52 Argentina 94. CD 111 ASEAN Found
41. CD 53 Romania 95. CD 112 UTUSAN
42. CD 54 Greece (Yunani) 96. CD 113 CIFOR
43. CD 55 Jordan 97. CD 114 Bosnia
44. CD 56 Austria 98. CD 115 Lebanon
45. CD 57 Syria 99. CD 116 South Africa
46. CD 58 UNDP 100. CD 117 Croatia
47. CD 59 New Zealand 101. CD 118 Ukraine
48. CD 60 Netherlands (Belanda) 102. CD 119 Mali
49. CD 61 Yemen 103. CD 120 Uzbekistan
50. CD 62 UPU 104. CD 121 Qatar
51. CD 63 Portugal 105. CD 122 UNFPA
52. CD 64 Algeria (Aljazair) 106. CD 123 Mozambique
53. CD 65 Korea Utara 107. CD 124 Marshall Ids
54. CD 66 Vietnam

Sedikit pengetahun dari brosing – brosing :

Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:
RI 1: Presiden
RI 2: Wakil Presiden
RI 3: Istri/suami presiden (Ibu Negara / Bapak Negara)
RI 4: Istri/suami wakil presiden (Wakil Ibu Negara / Wakil Bapak Negara)
RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah
RI 8: Ketua Mahkamah Agung
RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi
RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
RI 14: Menteri Sekretaris Negara
RI 15: Sekretaris Kabinet
RI 16: Menteri Dalam Negeri
RI 17: Menteri Luar Negeri
RI 18: Menteri Pertahanan
RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
RI 20: Menteri Keuangan
RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
RI 22: Menteri Perindustrian
RI 23: Menteri Perdagangan
RI 24: Menteri Pertanian
RI 25: Menteri Kehutanan
RI 26: Menteri Perhubungan
RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
RI 29: Menteri Pekerjaan Umum
RI 30: Menteri Kesehatan
RI 31: Menteri Pendidikan Nasional
RI 32: Menteri Sosial
RI 33: Menteri Agama
RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
RI 35: Menteri Komunikasi dan Informatika
RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
RI 46: Jaksa Agung
RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
RI 48: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
RI 49: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
RI 52: Wakil Ketua DPR
RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Catatan:
Nomor kendaraan Pejabat Negara / Menteri sering berganti, hal ini disesuaikan dengan jumlah anggota Kabinet. Misalnya pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014) Jabatan Sekretaris Kabinet bukan setingkat menteri, sehingga Nomor Kendaraan untuk beberapa menteri berubah. Sebagai contoh saat ini Kepala BIN menggunakan RI 49.

Warna

Warna tanda nomor kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut:
Kendaraan bermotor bukan umum dan kendaraan bermotor sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih
Kendaraan bermotor umum: warna dasar kuning dengan tulisan berwarna hitam
Kendaraan bermotor milik pemerintah: warna dasar merah dengan tulisan berwarna putih
Kendaraan bermotor korps diplomatik negara asing: warna dasar putih dengan tulisan berwarna hitam
Kendaraan bermotor staf operasional korps diplomatik negara asing: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka dan kode angka negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian
Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke dealer, atau dealer ke dealer): warna dasar putih dengan tulisan berwarna merah.
Quote:
Nomor polisi

Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor. Nomor urut tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah Kode Wilayah Pendaftaran. Nomor urut pendaftaran dialokasikan sesuai kelompok jenis kendaraan bermotor (untuk wilayah DKI Jakarta):
1 – 2999, 8000 – 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.
3000 – 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.
Mulai Februari 2010 nomor kendaraan untuk Jakarta Timur (berkode T) telah habis untuk nomor 6, maka dimulai dengan angka 3.
Mulai awal 2011 nomor kendaraan untuk Jakarta Selatan (berkode S) telah habis untuk nomor 6, maka dimulai dengan angka 3.[rujukan?]
7000 – 7999, dialokasikan untuk bus.
9000 – 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.
Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan dengan diberi tanda pengenal huruf seri A – Z di belakang angka pendaftaran. Apabila huruf di belakang angka sebagai tanda pengenal kelipatan telah sampai pada huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka pendaftaran.

Khusus untuk DKI Jakarta (B), Bandung (D)[1][2], dan Medan/Sumatera Timur (BK)[3] dapat menggunakan hingga 3 huruf seri di belakang angka pendaftaran, sesuai kategori atau dengan permintaan khusus.

Format kategori 3 huruf seri umum di Jakarta yaitu: B XXXX XYZ
X = Umumnya mewakili tempat kendaraan tersebut terdaftar
Huruf yang mewakili kategori tempat terdaftarnya kendaraan:
U -> Jakarta Utara
B -> Jakarta Barat
P -> Jakarta Pusat
S -> Jakarta Selatan
T -> Jakarta Timur
E -> Depok
N -> Tangerang Kabupaten
C -> Tangerang Kota
V -> Tangerang Kota
K -> Bekasi Kota
F -> Bekasi Kabupaten
W -> Tangerang Selatan
Sementara, Y umumnya merupakan jenis kedaraan berdasarkan. golongan. Huruf yang mewakili kategori kendaraan, antara lain:
A -> Sedan / Motor
F -> Minibus, Hatchback, City Car
V -> Minibus
J -> Jip dan SUV
D -> Truk
T -> Taksi
U -> Kendaraan Staf Pemerintah
Q -> Kendaraan Staf Pemerintah (contoh: B 1234 FQN untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi, B 1234 KQN untuk Pemerintah Kota Bekasi)
Sementara, Z merupakan huruf acak yang diberikan untuk pembeda.
Contoh: B XXXX PAA -> Mobil tersebut terdaftar di Jakarta Pusat (P), berjenis sedan (A), dan memiliki huruf pembeda (A).

Untuk kendaraan dinas dan operasional pemerintah eselon tinggi seperti menteri dan jajarannya, saat tidak menghadiri acara kenegaraan atau berdinas, maka 3 huruf seri akhir plat akan menggunakan format RF dan huruf pembeda sesuai kategori jabatan. Jika digunakan untuk mengikuti acara kenegaraan atau berdinas makan plat akan diubah menjadi RI-XX.

Contoh: B 1234 RFS -> Mobil tersebut adalah mobil dinas atau operasional kementerian eselon tinggi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s